Tampilkan postingan dengan label argumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label argumentasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Kantin Kejujuran : Jujur Pasti Mujur

                Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya saja dengan membuka kantin kejujuran yang saat ini sudah banyak didirikan oleh sekolah-sekolah, mulai dari sd, smp, sma sampai perguruan tinggi. Salah satunya adalah Kantin Kejujuran SMA Negeri 1 Salatiga. Sebenarnya apa tujuan dibuatnya kantin kejujuran? Kantin kejujuran dibuat untuk melatih kejujuran, kemandirian, keadilan, kedisiplinan, serta tanggung jawab seseorang. Hal itu dikarenakan, ciri khas kantin yang semuanya serba self- service. Tidak ada penjaga yang mengawasi. Tidak ada yang akan menerima dan menghitung uang kembalian. Pendek kata, semuanya dilakukan sendiri.
            Ada beberapa keuntungan yang bisa diambil dari didirikannya kantin kejujuran. Pertama, dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menanamkan sifat-sifat baik, seperti yang telah disebutkan diatas. Kedua, kantin kejujuran dapat menjadi tempat untuk membentuk prilaku dan kepribadian siswa. Kantin kejujuran memang dirancang untuk melatih kejujuran siswa.
            Kantin kejujuran merupakan sesuatu yang baru.Maka dari itu, dalam pengolahannya pun diperlukan kekreatifitasan sehingga menciptakan suasana kantin yang menyanangkan. Misalnya, penataan kantin dibuat sedemikian rupa sehingga para siswa tertarik untuk membeli barang diisitu. Atau dengan pengadaan barang-barang yang berkualitas dan lengkap tetapi dapat dijangkau oleh kantong pelajar.
            Selain itu, kantin kejujuran juga diperlukan adanya kerja sama antara siswa, guru, maupun kepala sekolah sehingga kantin yang didirikan dapat berjalan dengan baik, mendapat keuntungan, bukannya malah merugi apalagi bangkrut. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana siswa dapat terbentuk karakternya, bagaimana sikap jujurnya. Untung rugi dari segi bisnis seharusnya bukan menjadi hal yang utama.
            Meskipun dalam hal kantin kejujuran di lingkungan tersebut dapat dikatakan sukses, artinya siswa di lingkungan tersebut dapat berbuat jujur, apakah akan tidak ada murid yang mencontek saat ulangan? Apakah akan masih banyak masyarakat yang ditilang polisi karena melanggar peraturan lalu lintas? Apakah akan tidak ada pencurian? Korupsi? Apakah semua orang sudah bertindak jujur? Mari kita koreksi bersama.    
            
 Ishug Putri Setia X-8 / 19


Sistem Poin pada Pendidikan Indonesia (Andreas Bayu A.)


Tanpa kita sadari bahwa Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana berbagai hal yang lama telah kita tinggalkan sebagai sejarah bangsa Indonesia.  Fenomena ini juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia. Perkembangan dan perbaikan kurikulum terus dilakukan dalam rangka merelasikan zaman yang terus berkembang sampai saat ini.
Pendidikan pada zaman sekarang mungkin telah berbeda dari yang sebelumnya. Para warga masyarakat telah memiliki pandangan – pandangan sendiri akan hal tersebut. Namun, ternyata perubahan sistem pendidikan ini diikuti dengan karakter bangsa Indonesia yang mulai berubah. Bangsa yang dulu patuh, menghargai, dan hormat dengan peraturan yang ada, kini telah mulai berani dalam menentang hukum tersebut karena sistem demokrasi yang mulai diterapkannya. Hal ini juga berdampak pada sistem peraturan pendidikan di Indonesia. Para siswa – siswi mulai berani menentang dan melanggar peraturan sekolah yang semestinya dipatuhi mereka. Seperti misalnya, membolos saat jam sekolah, merokok, tawuran, bertindak asusila, dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, pemerintah telah mencanangkan suatu sistem pendidikan yang berbeda, dimana siswa yang melanggar peraturan akan diberikan poin pelanggaran, dan untuk jumlah tertentu mereka akan dikeluarkan dari sekolah atas dasar sanksi pelanggaran tersebut. Inilah salah satu keistimewaan dari sistem pendidikan Indonesia.
Saat ini, sistem poin telah berlaku hampir di seluruh sekolah Indonesia, baik negeri maupun swasta. Meskipun sebagian dari kita belum memahaminya, sistem ini telah dirasa sangat efektif dan efisien karena bernilai tegas dan tidak memandang bulu. Apalagi sistem poin ini juga dapat membuat predikat dan citra sekolah dipandang baik oleh masyarakat luas. Dengan demikian, para masyarakat terkhusus orang tua murid akan percaya bahwa siswa (anaknya) enggan melakukan hal – hal negatif atau bisa dibilang mereka telah menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar.
Inilah sebuah garis besar mengenai sistem pendidikan Indonesia yang mulai berkembang secara positif dan baik. Juga, sebuah langkah awal yang dilakukan pemerintah guna mencerdaskan kehidupan bangsa yang dilandasi dengan keteraturan hidup yang diharapkan. Maka dari itu, kita sebagai warga masyarakat yang berakhlag, setidaknya harus bisa menerima dan mendukung hal tersebut. Karena dengan dukungan kita, lama – kelamaan sistem ini akan berfungsi secara maksimal dan berguna bagi perbaikan masa depan negara. Tak hanya itu, sistem peraturan ini juga secara otomatis akan memunculkan sebuah kehidupan yang tentram, aman, dan nyaman. 
ANDREAS BAYU ANGGARA
X - 8 / 07

Dampak Penggunaan HandPhone

Bagaimana menurut Anda tentang penggunaan handphone pada saat jam pelajaran berlangsung? Pada era globalisasi saat ini penunaan handphone memang sudah umum, mulai dari usia anak-anak sampai orang yang sudah lanjut usia, pria maupun wanita, dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Namun tak dapat disangkal bahwa dampak dari penggunaan handphone juga sering muncul di lingkungan sekolah.
            Perlu kita ketahui, dampak buruk dari penggunaan handphone pada saat jam pelajaran sudah sangat sering dijumpai. Dengan menggunakan handphone pada saat pelajaran dapat membuat siswa tidak konsentrasi dengan pelajaran yang sedang berlangsung, akhirnya membuat siswa malas belajar, dan dampaknya muncul pada nilai yang mereka peroleh, mungkin dengan menggunakan handphone tidak pada waktunya membuat prestasi siswa merosot.
            Selain pelajar, kini kita juga sering mendapati seorang guru sedang asyik mengoperasikan handphonenya pada saat proses belajar mengajar. Tentunya kebiasaan buruk ini sangat kontras, biasanya guru yang melarang siswa menggunakan handphone pada saat jam pelajaran, namun kenapa hal tersebut malah dilakukannya sendiri? Guru yang seharusnya memberi teladan, malah memberikan contoh yang buruk kepada siswa.
            Penggunaan handphone pada saat pelajaran tidak selelu berdampak buruk, terkadang guru memperbolehkan para siswa untuk menggunakan handphone sebagai aplikasi kalkulator atau untuk mencari informasi lewat internet. Dengan menggunakan handphone, siswa atau guru dapat mengetahui informasi penting dengan cepat.
            Teknologi saat ini sudah semakin maju dengan pesat, dan semuanya pasti ada dampak baik dan buruknya. Kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan perkembangan tentu juga harus mengerti dampak-dampak yang di hasilkan dari penggunaan teknologi, supaya kita tidak terjerumus kepada keinginan-keinginan duniawi yang tentu pada akhirnya dapat merugikan diri kita sendiri. Penggunaan teknologi akan sangat bermanfaat jika digunakan untuk tujuan yang tepat dan waktu yang tepat pula.

                                                                                                                Nama   : Fara Alicia D
                                                                                                                Kelas   : X8
                                                                                                                No       : 12

Rabu, 25 Januari 2012


Pendidikan Karakter

Tahukah Anda pentingnya pendidikan karakter? Di era global ini pendidikan karakter bagaikan pilar pokok berdirinya sebuah rumah.  Artinya, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat kuat untuk menegakkan budi pekerti di bumi pertiwi. Mungkin, di negeri kita pendidikan karakter masih belum diperhatikan. Kurangnya pendidikan karakteri ini, membuat budi pekerti runtuh. Orang-orang seakan dibutakan oleh iming-iming lembaran kertas bernilai tukar.  Apabila mental yang dimiliki lemah, korupsi dapat dan akan terus berjalan,  seiring berjalannya waktu hukum akan semakin mudah dibeli. Jika hal itu terjadi,  keadilan menjadi hal yang semakin sulit dijumpai dan ketidakadilan akan terus bergejolak.
Untuk menanggapi hal tersebut banyak pihak yang harus berperan, salah satunya sekolah. Sebagai agen sosialisasi sekolah memiliki peran penting dalam mendidik karakter siswanya, mengingat banyak waktu siswa yang dihabiskan di sekolah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan sekolah seperti melatih kejujuran siswanya. Tidak hanya lewat sistem poin atau hukuman, tetapi kejujuran bisa dilatih lewat hal yang secara sadar dan sengaja dilakukan siswa. Sehingga siswa bisa belaku jujur karena kesadaran diri sendiri bukan karena hukuman dan rasa takut terhadap bapak atau ibu guru semata. Akan tetapi bagaimana caranya?
Salah satu caranya adalah dengan mendirikan kantin kejujuran di sekolah. Melalui kantin kejujuran siswa akan berusaha untuk berlaku jujur dengan kemauannya sendiri. Tentunya akan lebih mudah menguatkan karakter karena ada keinginan atau motivasi dari dalam diri siswa itu sendiri. Kantin kejujuran memang memiliki pengaruh besar dalam mendidik karakter siswanya, selain jujur siswa juga akan selalu mengingat tuhannya, karena dalam kantin kejujuran siswa akan mengambil dan membayar sendiri barang yang dibelinya. Kantin kejujuran sebagai sarana pendidikan karakter memang sangat baik karena siswa disadarkan akan banyaknya peluang untuk mengorupsi uang di kantin tetapi dengan keinginan dan kesadarannya siswa tidak melakukan hal itu.
Selain berguna dan mudah mengelolanya kantin kejujuran juga menerapkan perilaku yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bukan sebagai nasihat yang hanya berlaku satu atau  dua hari saja. Apabila kejujuran menjadi makanan pokok sehari-hari dalam seterusnya siswa akan berlaku jujur berdasarkan keinginannya, karena dia memang suka dan sudah terbiasa. Seperti kata pepatah Jawa, witing tresna jalaran saka kulina.
Nah, saat ini kita sudah menyadari efektifnya pendidikan karakter melalui kantin kejujuran bukan? Namun, masih banyak sekolah-sekolah yang belum menyadari peran kantin kejujuran. Banyak sekolah di Indonesia yang cenderung melatih karakter siswanya melaui tindakan atau perkataan yang mungkin dapat dikategorikan kasar. Harus kita sadari semua bisa terasa mudah karena suatu kebiasaan. Saya berharap banyak pihak yang menyadari pentingnya pendidikan karakter di sekolah khususnya melalui kantin kejujuran.
Nama  :   Dinda rosyia
                                                                            Absen   :   10
                                                                            Kelas    : x-8


Ponsel bergetar, Pelajaran Buyar

          Perkembangan teknologi sekarang ini sudah sangat pesat. Setiap orang wajib mengikuti perkembangan zaman. Tentu saja teknologi membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi semua orang, bahkan remaja. Remaja zaman sekarang memiliki pola pikir yang susah dimengerti. Mereka memanfaatkan perkembangan teknologi, dalam hal ini ponsel, hanya sebagai sarana untuk bergaya, tetapi tidak mengerti fungsi sebenarnya. Dunia ini adalah dunia virtual bagi mereka.
            Sebenarnya, ponsel yang beragam sekarang ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan informasi masyarakat dunia. Namun, fungsi ini berubah saat sampai di tangan para remaja. Lihat saja, aplikasi yang ada di kebanyakan tipe ponsel, hampir semuanya aplikasi jejaring sosial atau game yang tentu saja membuat para remaja lupa diri. Sebagai contoh,  kebanyakan para remaja gunakan adalah Facebook, Twitter, dan lain-lain. Kemudian, yang lebih memprihatinkan adalah, mereka tidak mengenal tempat saat sudah autis dengan dunia virtual. Tidak hanya di rumah saat waktu senggang, tapi mereka juga menggunakannya di waktu sekolah. Mungkin, beberapa orang tidak peduli dan belum sadar akan adanya penyalahgunaan yang apabila dibiarkan begitu saja akan terus menjarmur dan bertambah parah.   
            Perilaku para remaja (terutama pelajar) yang menggunakan ponsel di dalam kelas memang tidak bertanggung jawab, karena remaja-remaja ini menggunakannya pada saat jam pelajaran. Namun sebelumnya, muncul pertanyaan tentang apakah motivasi anak-anak ini menggunakan ponsel di dalam kelas ? Menurut beberapa survei yang dilakukan, sebagian besar bahkan seluruhnya remaja ini menggunakan ponsel di dalam kelas karena mereka merasa bosan dengan cara mengajar dan materi yang diberikan oleh guru. Karena pembawaan para guru yang terkadang kaku dan sedikit membosankan, para remaja secara otomatis akan melampiaskannya dengan bermain ponsel yang dapat menghilangkan kebosanan. Ponsel yang mengasyikkan dibanding penyampaian materi di sekolah, benar-benar suatu godaan.
            Sebenarnya, kita tidak dapat menyalahkan semua permasalahan ini kepada remaja. Karena, kebanyakan kebosanan yang timbul dan membuat para remaja ini berpaling ke ponsel adalah aktivitas yang terlalu banyak dan melelahkan, serta penyampaian pelajaran yang terasa begitu old-style. Seperti kita tahu, begitu banyak kegiatan yang terjadi di sekolah dan tentu saja sangat melelahkan. Sehingga, pelajar yang sulit membagi waktu dan tidak mudah terfokus menjadi alasan yang cukup logis akan perilaku para remaja yang menggunakan ponsel di dalam kelas.      
            Maka dari itu, perilaku remaja ini dapat kita ubah dengan mudah. Cara yang paling dasar adalah mencegah, ada peraturan yang dibuat untuk tidak menggunakan ponsel di dalam jam pelajaran kecuali guru yang memberi tugas yang berhubungan dengan ponsel. Kemudian, jadilah remaja sesekali, rasakan apa yang mereka rasakan. Jadi, untuk membuat para remaja ini tidak lagi autis dengan ponselnya pada jam pelajaran adalah membuat inovasi-inovasi kreatif yang remaja gemari zaman sekarang. Zaman yang sudah canggih, gaya hidup modern, dan pola berfikir kedepan, menuntut kita untuk berinovasi. Dengan inovasi yang kreatif, ponsel pun tidak akan bergetar lagi di kelas. 

Dwinda Sekar Andrea X-8/11 

APA PENGARUH KANTIN KEJUJURAN TERHADAP NEGARA INI?

              Pada dewasa ini kita tahu bahwa kejujuran mulai memudar. Padahal kejujuran merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Jika sejak kecil tidak ditanamkan kejujuran pada setiap diri manusia, maka dikehidupan kelak kita akan terbiasa untuk hidup tidak jujur. Ketidakjujuran merupakan perbuatan yang tidak baik. Akan tetapi masih saja banyak orang yang melakukan hal tersebut.
             Korupsi merupakan salah satu contoh ketidakjujuran di Negara ini. Dengan cara yang idak halal dan meghalalkan segala cara, para petinggi di Negara kita melakukan hal tersebut tanpa memikirkan akibatnya. Bahkan saat mendapat hukumanpun, mereka masih menggunakan uang untuk meringankan hukumannya. Contoh ketidak jujuran kecil antara lain : tidak menepati janji, mencontek, mencuri / nguntit, dll.
           Banyak tempat yang dapat kita pelajari tentang kejujuran, seperti sekolah, tempat ibadah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dll. Nampaknya sekolah dan lingkungan keluarga adalah tempat yang tepat untuk kita mengasah kejujuran. Selain itu, tempat ibadah juga menjadi sarana untuk memupuk sikap jujur. Di sekolah pun sedang berusaha melatih kejujuran para siswa dengan kantin kejujuran.    
           Kantin kejujuran merupakan sebuah kantin kejujuran dimana para pembeli membayar dan mangambil sendiri uangnya. Kantin kejujuran ini sudah merambah ditingkat SD hingga SMA. Hal ini merupakan salah satu cara untuk melatih kejujuran para siswa. Bahkan, pemerintah menyarankan untuk setiap sekolah mempunyai kantin kejujuran.
          Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Salatiga. Di SMA ini memberi fasilitas kejujuran. Kantin kejujuran ini sangat bermanfaat bagi siswa dan para guru. Banyak siswa yang mungkin senang dengan kehadiran kantin kejujuran. Mereka bisa sepuasnya memilih makanan  yang mereka suka tanpa ada pengawasan. Harganya pun dapat dijangkau oleh kantong anak sekolah. Sehingga mereka dapat menghemat. Selain itu juga, mereka dapat  belajar berlaku jujur dimulai dari lingkungan sekolah. 
           Mungkin banyak siswa yang tidak senang karena adanya kantin kejujuran ini. Salah satu alasannya adalah kebanyakan kantin kejujuran hanya dikuasai oleh para senior di sekolah itu. Itu adalah hal yang tak patut ditiru. Namun, kantin kejujuran di SMA N 1 SALATIGA ini menyeluruh. Jadi, tidak hanya dikuasai oleh para senior, namun juga para junior bisa menikmatinya.
                   Pada dasarnya, adanya kantin kejujuran ini, diharapkan siswa dapat berlaku jujur dimana saja. Kejujuran sangat penting di dalam kehidupan kita. Alangkah indanya, jika hidup kita dipenuhi dengan rasa kejujuran. Selain itu juga dapat membantu Negara kita terbebas dari koruptor-koruptor. Kesimpulannya adalah kita harus berlaku jujur dimulai dari sekarang. Agar di masa yang akan datang Negara kita menjadi lebih maju dengan berkurangnya para koruptor.






Nindya Pramatyaswari / X-8 / 28

Pendidikan Karakter di Balik Kantin Kejujuran

Seberapa pentingkah kejujuran menurut anda ? Bagi saya kejujuran sangat penting dan harus menjadi budaya kita. Jika kita tidak berlaku jujur maka kita akan merugikan orang lain dan diri kita sendiri. Untuk membentuk karakter bangsa yang baik, kejujuran perlu ditanamkan sejak dini. Agar penerus bangsa ini mempunyai karakter yang baik sehingga dapat memperkecil kemungkinan orang berkorupsi.
                Bagaimana caranya membentuk karakter siswa agar menjadi orang yang jujur ? Untuk membentuk karakter seseorang menjadi pribadi yang jujur dapat diterapkan dengan banyak cara, salah satunya dengan adanya kantin kejujuran di sekolah-sekolah. Seperti halnya kantin kejujuran yang ada di SMA NEGERI 1 SALATIGA. Kantin kejujuran ini dapat melatih mental siswa untuk berlaku jujur. Jikalau kantin kejujuran di sekolah tersebut masih terus berjalan dan mendapatkan untung, maka karakter siswa di sekolah tersebut sudah baik.
                Dengan diberlakukannya kantin kejujuran ini , banyak tanggapan-tanggapan positif dari para siswa. Ada yang mengaku terlatih kejujurannya melalui kantin  ini. Adapula yang senang karena di kantin ini tidak hanya menjual makanan dan minuman, di kantin ini juga menjual alat tulis. Banyak sekali manfaat dari kantin kejujuran ini.
                Keberadaan kantin kejujuran ini selain melatih siswa agar berlaku jujur, juga untuk menguji seberapa baik karakter siswa SMA NEGERI 1 SALATIGA. Namun, mengapa harus ada  guru yang berada di sana ? Walaupun mungkin tidak mengawasi siswa, namun keberadaan guru di sana seolah berjaga untuk mengawasi siswa. Tidak diperlukan juga pemasangan CCTV. Karena kalau siswa diawasi sama dengan tidak memberikan kepercayaan kepada siswa . Bagaimana kejujuran siswa dapat terlatih dan teruji jika siswanya saja masih terus diawasi ?
                Inti dari semua ini adalah kejujuran. Kejujuran itu sangat penting. Bahkan di jaman sekarang ini sulit menemukan orang yang benar-benar berlaku jujur. Dengan kantin kejujuran diharapkan dapat mendidik karakter siswa menjadi pribadi yang jujur. Agar dapat meneruskan bangsa ini dan dapat membawa bangsa ini ke dalam perbaikan. 

Mega Fatma Septiani / X8 / 23

Untuk Apa Kantin Kejujuran di SMA N 1 Salatiga?


            Kantin Kejujuran bukanlah hal yang asing bagi siswa-siswi SMA N 1 Salatiga. Kantin kejujuran diadakan dalam rangka memupuk kejujuran generasi muda bangsa. Meskipun sudah terlambat, tetapi apa salahnya dilakukan? Tambahan lagi, kantin kejujuran adalah wujud nyata atas Program Pendidikan Karakter Bangsa yang sedang marak-maraknya di kumandangkan di pelosok negeri.
            Namun, apakah siswa-siswi SMA N 1 Salatiga dapat memanfaatkannya dengan baik dan benar? Jika tidak salah, beberapa waktu yang lalu pernah diadakan Kantin Kejujuran. Namun, desas-desusnya terjadi kebangkrutan karena siswa-siswinya yang tidak jujur. Akankah Kantin Kejujuran yang sekarang akan terus dilanjutkan?
            Agaknya kejujuran di Indonesia memang luntur seiring berkembangnya jaman. Godaan dan tuntutan yang menjadikan seseorang berbohong. Dalam konteks ini, kita lebih menyoroti pelajar di Indonesia. Kita lihat saja, tidak jarang kita melihat di televisi, di media cetak, dan mendengar di koran berita mengenai pelajar yang melakukan kebohongan, kejahatan, bahkan kriminalitas. Di pihak lain, hukum di Indonesia tampak semakin merenggang dan acuh tak acuh terhadap para generasi muda ini.
            Menurut anda, siapa yang bisa membangun kembali negara ini kalau bukan generasi penerus bangsa yaitu pelajar? Tentu saja, generasi penerus bangsa harus berkarakter baik dan benar sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, sehingga terbentuk negara yang hebat.
            Oleh sebab itu, pemerintah telah memikirkan cara termudah untuk mengurangi hal-hal kurang baik di kalangan pelajar. Pada dasarnya, kebohongan akan mengundang kejahatan-kejahatan lain untuk datang. Jadi, pemerintah mengambil tindakan dengan mengurangi, mencegah, dan menangani kebohongan.
            Sesungguhnya, Kantin Kejujuran ini sangat baik. Namun, alangkah baiknya lagi kalau ada pendidikan secara mendalam ataupun presentasi di kelas mengenai kejujuran. Tidak perlu juga adanya CCTV. Kalau memang para guru berniat dan percaya pada siswa-siswi SMA N 1 Salatiga, tidak perlulah CCTV.
            Hal yang ditekankan dalam hal ini adalah kejujuran. Sehingga harus ada pengorbanan dari para guru dan para siswa. Para guru harus bersiap mengatasi hal-hal yang tak terduga. Para siswa harus selalu menguatkan iman untuk selalu jujur. Sebagai kesimpulan, harus adanya kerja sama yang kompak antara para guru dan para siswa untuk berjalan bersama membentuk karakter bangsa yang jujur.     

Florentia Eveline R. K / X.8 / 14

Apakah Keberadaan Handphone di Sekolah itu Baik?

Kehadiran handphone telah merambah dunia sekolah. Banyak pelajar memiliki handphone sebagai bagian dari kehidupannya. Hal itu disebabkan karena handphone berukuran kecil namun dianggap memiliki banyak kegunaan. Harganya yang mampu dijangkau oleh seluruh kalangan pelajar mendorong mereka untuk memilikinya. Mempunyai handphone menjadi suatu prestise tersendiri, sehingga dianggap aneh apabila ada anak SMA yang tidak memiliki barang ini.
Salah satu hal yang mendorong para pelajar memiliki handphone adalah ketika barang tersebut dianggap memudahkan pelajar untuk mencari suatu jawaban dari suatu pertanyaan-pertanyaan tertentu, biasanya yang menyangkut pertanyaan yang sulit dijawab, melalui gadget internet yang tersedia pada beberapa jenis handphone. Hal itu cukup membantu para pelajar yang mungkin sering mengalami kesulitan dalam menenmukan jawaban melalui media buku yang dimiliki atau yang dipinjam di perpustakaan.
Ponsel juga dianggap memberikan hiburan melalui fasilitas yang dimilikinya, seperti media player, kamera, dan games. Hal ini akan membantu pelajar untuk menghilangkan stress setelah belajar selama beberapa jam, membantu menumbuhkan kreativitas melalui musik yang ia dengar, ataupun mengabadikan momen-momen berharga bersama teman-teman, baik di dalam KBM, diluar KBM, seperti saat sedang istirahat. Melalui pengamatan saya sendiri melihat banyak teman-teman di sekolah yang sering mengeluarkan handphone pada jam istirahat, hanya sekadar untuk bermain games. Hal ini menjadi indikator bahwa handphone sudah patut disejajarkan dengan buku pelajaran sebagai kebutuhan vital para pelajar.
Namun, disamping itu memang handphone juga membawa dampak buruk bagi pelajar. Memang harus diakui bahwa handphone dapat membentuk karakter pelajar yang cenderung manja. Manja dalam arti bahwa para pelajar memiliki kecenderungan untuk mengandalkan handphone dalam mencari suatu tugas. Bandingkan dengan zaman dahulu dimana para ahli dan ilmuwan terkenal harus mencari jawaban dari suatu pertanyaan melalui beberapa percobaan sederhana maupun yang rumit. Mereka tidak pernah mengeluh dan selalu semangat dalam melakukan eksperimen. Apabila hal itu terjadi pada para pelajar saat ini, mereka akan cenderung mengeluh dan putus asa, yang membuat mereka lebih senang bermalas-malasan. Tentu hal ini mengkhawatirkan, karena bisa menurunkan etos kerja ketika berkiprah di dunia kemasyarakatan.
Masih mengenai etos kerja, masalah tidak hanya menyorot pelajar, namun juga menyorot pendukungnya, guru. Guru memainkan peran penting dalam setiap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang mengarahkan pelajarnya agar tidak keliru di dalam menanggapi suatu materi. Namun, andaikata guru lebih suka bermain handphone daripada menjalankan KBM, ini akan berdampak buruk bagi pelajar, seperti terjadinya miskomunikasi terhadap materi yang disampaikan.
            Sementara itu, masih banyak pelajar yang melanggar tata tertib sekolah, yaitu menggunakan hp untuk keperluan yang tidak penting selama Kegiatan Belajar Mengajar. Hal itu akan berdampak buruk baginya, karena ia tidak dapat mengikuti pelajaran dengan serius. Tetapi akan lebih buruk lagi ketika hal tersebut menjadi cerminan betapa para pelajar tidak bisa menghormati guru sebagai orangtuanya, sehingga hal itu memang perlu diperhatikan oleh pihak yang bersangkutan.
            Oleh karena itu, memang perlu tindakan konkret yang diperlukan dalam mengatasi permasalahan siswa yang ditimbulkan, seperti adanya sanksi yang diberikan bagi pelajar pengguna handphone untuk tujuan yang tidak penting selama KBM berlangsung, ataupun adanya pemberian nasihat oleh para guru mengenai kapan waktu yang tepat untuk menggunakan handphone. Memang hasil yang diterima cenderung relatif, karena semua pihak tidak bisa mengubah sifat dasar dari setiap pelajar, yaitu kesadaran yang timbul dari dalam hati, akan tetapi, hal itu sudah cukup baik untuk menunjukkan bahwa sekolah memang memperhatikan perkembangan para pelajar.
            Jadi, menurut saya handphone boleh dibawa ke sekolah karena menyangkut beberapa kebutuhan para pelajar, tetapi jangan sampai melanggar peraturan-peraturan sekolah yang telah ada dan disepakati dan jangan sampai merugikan diri sendiri.

Aloysius Glenn S.
X8/06

penggunaan ponsel pada jam pelajaran

PENYALAHAN PONSEL PADA JAM PELAJARAN

Dizaman yang sudah maju ini tentu banyak dari kita sudah mengenal lebih tentang handphone . Penggunaan handpone yang praktis dan sangat bermanfaat ini menjadi pilihan utama bagi setiap orang. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi jarak jauh saja, namun handphone dapat dimanfaatkan bagi kalangan pelajar baik mulai dari Sekolah Dasar sampai tingkat yang paling tinggi munggunakan handphone untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar di Sekolah.
Kebanyakan para pelajar saat ini lebih kreatif dalam menggunakan handphone dalam belajar. Mereka menggunakannya sebagai alternatif lain jika mengalami kesulitan dalam belajar. Misalnya saja jika mereka kesulitan untuk menghitung, mereka dapat menggunakan aplikasi berhitung sehingga lebih menghemat waktu. Hal yang paling populer saat ini menggunakan Internet untuk membrowsing berbagai materi-meteri pelajaran yang belum kita ketahui.
Berbagai fitur canggih ini  sangat memudahkan bagi pelajar untuk menggunakan setiap keunggulan dari fitur tersebut. Dari fitur yang simple  hingga yang cukup sulit mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pelajar untuk kegiatan belajar mengajar. Namun tidak semua pelajar menggunakan manfaat dari handphone dengan benar, misalkan saja pelajar yang menggunakan handphone untuk bermain game , facebook , atau yang lainnya. Hal itu dapat membuat proses belajar mengajar terhambat.
Oleh sebab itu, sebaiknya pelajar menggunakan keunggulan handphone dalam kegiatan belajar mengajar seefisien mungkin, sehingga tidak berdampak buruk bagi pelajar dan tidak menghambat proses belajar mengajar di sekolah . Namun tidak hanya pelajar saja yang menyalahgunakan handphone dalam kegiatan belajar, guru pun juga sering, bahkan ada yang berlebihan dibandingkan dengan muridnya.
Sebenarnya, penggunaan handphone tersebut sangatlah bermanfaat, namun dengan adanya berbagai keunggulan itu, handphone sering disalahgunakan. Oleh sebab itu, kita harus mampu menyeleksi dan memanfaatkan seefektif mungkin dengan pertimbangan yang matang.

Wisnu C / 32